oleh

Gabriel Goa Sebut Menteri PPPA Harus Lindungi Roshni

Jakarta – Perjuangan WN Panama, Roshni Lachiram Parvani Sadhwani, untuk mendapat hak asuh atas kedua putra-putrinya yang di bawah umur masih terus dilakukan sampai sekarang. Pasalnya dalam putusan di Pengadilan Tingkat Pertama di PN Jakarta Selatan telah memutuskan Hak Asuh Anak diberikan kepada Roshni.

Namun putusan itu berubah setelah pihak mantan suami Roshni mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia Gabriel Goa mendorong agar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak dapat memberi perlindungan kepada Roshni beserta kedua anaknya.

“Kalau melihat keterangan dari pihak Roshni dan kuasa hukumnya, ibu Elza Syarief, tentu kasus ini harus jadi perhatian serius Ibu Menteri PPPA. Ibu menteri harus melindungi ibu Roshni. Apalagi kedua anaknya masih di bawah umur,” jelas Gabriel Goa di acara Bedah Kasus Hak Asuh Anak yang diselenggarakan Jaringan Media Peduli Anak (JIMPA), pada Jumat (19/11/2021)

Saat ini WN Panama berdarah Indonesia dihadapkan dengan ancaman deportasi lantaran Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) miliknya sudah habis masa berlakunya. Hemat Gabriel, Menteri PPPA dapat mengambil peranan untuk membahas perpanjangan KITAP dengan Menkumham terkait dengan pergantian sponsor penerbitan KITAP.

Baginya pemerintah harus memberi pertimbangan objektif dan berkeadilan. Mengingat yang menjadi Sponsor Penerbitan KITAP sebelumnya adalah mantan suami Roshni yang saat ini keduanya sedang berperkara.

“Ibu Roshni melalui kuasa hukumnya sudah mengajukan surat permohonan kepada Ibu Menteri PPPA dan Komisi Yudisial. Semoga surat itu dapat ditindak lanjuti sebagaimana mestinya agar proses perpanjangan KITAP Roshni tidak membuatnya berpisah dengan kedua anaknya,” tandas Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia

Mengingat Ibu dari Roshni Lachiram Parvani Sadhwani adalah orang Indonesia. Gabriel meminta supaya proses perpanjangan KITAP dapat diganti sponsornya kepada orang tua Roshni. Dengan begitu, katanya, Roshni tidak perlu keluar Indonesia untuk perpanjangan KITAP.

“Menteri PPPA harus mengambil tindakan supaya Roshni dan kedua anaknya mendapat perlindungan. Terlebih ini adalah perjuangan seorang ibu untuk mendapat hak asuh anak yang ini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka di masa depan,” pungkas Gabriel. (tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.